"Inilah dunia.. dunia yang fanaaa.. penuh tipu dayaaa...dan dan dan (dan apa yaa??)". itu lagu nasyid pas jaman aku SMP kalee..
Ya inilah dunia ku. bosan kalau harus melakuan hal yang sama setiap hari. diulangi setiap bulan. Berulang lagi dari tahun ketahun. Mungkin karena titik bosan meningkat, aku mencoba mencari hal baru. Merajut hal yang unik pikirku. Waktu itu , tahun 2011, merajut masih termasuk hal langka di daerahku, Lhokseumawe. Peralatan pendukung yang dijual pun masih kurang. Warna benang yang hanya satu, putih. Jarum yang hanya ada nomor 11 dan 12. Uuuh, ukuran jarum terkecil, dan itu sulit sekali bagi pemula. tapi kalau udah suka, tetap bersikekeuh. Di toko peralatan menjahit, aku beli benang katun putih 2 gulung, benang woll palsu 2 gulung dengan warna biru dan merah, san jarum no 11/12. Kebetulan bunda ku dulu pernah merajut. Katanya bunda udah pernah buat topi lho satu. Istilah yang bunda tau dari merajut cuma "rantai" dan "papan". Awalnya coba searching di Youtube untuk buat rantainya dan juga dibantu bunda. Ternyata dari cara megang jarumya beda lho. kalo bunda ku megang jarum kayak kita megan pensil ketika nulis. Tetapi kalau oramg barat megang seperti yang dibawah ini. menurutku muda megang ala bule, tangan ga pegal.hehe
No comments:
Post a Comment